Blog

  • Setu Babakan Kembali Ramai Dikunjungi Warga Saat Akhir Pekan

    Jakarta — Kawasan wisata budaya Setu Babakan kembali ramai dipadati pengunjung saat akhir pekan dalam beberapa waktu terakhir. Banyak warga datang bersama keluarga untuk menikmati suasana dan mengenal budaya Betawi lebih dekat.

    Sejak pagi hari, area sekitar danau terlihat dipenuhi pengunjung yang berjalan santai, mencoba kuliner khas Betawi, hingga menyaksikan pertunjukan seni budaya yang digelar di kawasan tersebut.

    Selain menjadi tempat wisata, Setu Babakan juga dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Betawi di ibu kota. Pengunjung dapat melihat rumah adat Betawi, pertunjukan tanjidor, lenong, hingga berbagai makanan tradisional seperti kerak telor dan bir pletok.

    Menurutnya, banyak warga memilih datang karena suasananya lebih santai dibanding pusat perbelanjaan dan tetap cocok untuk tempat berkumpul bersama keluarga.

    “Sekarang tempatnya lebih hidup, apalagi kalau weekend ramai banget bahkan banyak pengunjung luar negara juga,” ujar Fajar (32), salah satu pengunjung, Jumat (8/4/2026).

    Pengelola kawasan budaya Betawi, Pak Jaka, mengatakan pelestarian budaya tidak bisa berjalan tanpa dukungan masyarakat sekitar. Karena itu, pihak pengelola membuka ruang bagi warga untuk ikut terlibat dalam pengembangan kawasan budaya tersebut.

    “Iya, budaya Betawi untuk melestarikan ini butuh support masyarakat, di mana kita membuka peluang untuk para masyarakat untuk berjualan, berani menampilkan seni, membuat budaya Betawi dikenal masyarakat melalui kreativitas cenderamata. Dan kita juga tetap memegang prinsip ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’,” ujarnya.

    Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar budaya Betawi tetap hidup dan terus dikenal generasi berikutnya.

    Pedagang kuliner di kawasan tersebut juga mengaku jumlah pembeli meningkat saat akhir pekan. Banyak pengunjung sengaja datang untuk menikmati makanan khas sambil menikmati suasana danau.

    Selain wisata budaya, beberapa warga memanfaatkan area sekitar setu untuk olahraga pagi, memancing, hingga sekadar duduk menikmati udara terbuka.

    Ramainya kembali kawasan Setu Babakan menunjukkan minat masyarakat terhadap wisata budaya dan ruang terbuka masih cukup tinggi, terutama di tengah padatnya aktivitas perkotaan.

  • Ketika Kamera HP Jadi Jalan Anak Muda Berkarya dan Cari Penghasilan

    Suara notifikasi kamera terdengar hampir setiap sore di sudut kota. Bukan dari studio besar atau kantor media ternama, melainkan dari tangan anak-anak muda yang mulai serius membuat konten menggunakan kamera ponsel mereka sendiri.

    Beberapa tahun lalu, kamera HP mungkin hanya dipakai untuk selfie atau dokumentasi biasa. Namun sekarang, benda kecil itu berubah jadi alat kerja, tempat belajar, bahkan sumber penghasilan.

    Di tengah perkembangan media sosial yang begitu cepat, banyak anak muda mulai mencoba dunia konten kreatif. Ada yang membuat video cinematic, foto produk UMKM, podcast sederhana, sampai liputan mini ala jurnalis warga.

    Salah satunya adalah Radith (20), mahasiswa yang awalnya hanya iseng membuat video pendek tentang suasana kota di malam hari. Tanpa disangka, video tersebut menarik perhatian banyak orang hingga akhirnya ia mendapat tawaran membuat konten promosi dari beberapa usaha kecil.

    “Awalnya cuma buat senang-senang. Tapi ternyata bisa jadi pemasukan juga,” katanya sambil menunjukkan proses editing di laptopnya.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa kreativitas kini tidak selalu membutuhkan alat mahal. Banyak anak muda justru belajar secara mandiri melalui internet, mulai dari teknik pengambilan gambar, editing video, penulisan naskah, hingga cara berbicara di depan kamera.

    Di sisi lain, perkembangan tren konten juga membuat persaingan semakin ketat. Konten harus cepat, menarik, dan mampu mencuri perhatian dalam hitungan detik. Karena itu, sebagian kreator mulai merasa lelah mengikuti ritme media sosial yang terus bergerak cepat.

    Meski begitu, dunia konten digital tetap menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka. Kamera HP bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi sudah menjadi pintu masuk menuju industri kreatif yang terus berkembang.

    Fenomena ini membuktikan bahwa di era digital, peluang bisa datang dari hal sederhana. Bahkan dari kamera kecil yang setiap hari ada di genggaman tangan.

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!